Profil Masyarakat Nagari


PROFIL MASYARAKAT NAGARI KOTO RAWANG

  1. Sosial 

kegiatan sosial masyarakat di Nagari Koto Rawang, diantaranya : kerja bakti ( gotong royong ),  pengajian - pengajian, yasinan, siskamling, karang taruna, PKK, posyandu Balita dan Ibu Hamil, Posyandu Remaja, Posyandu Lansia, Arisan , kelompok tani, kelompok ternak, TPQ, dan lain-lain. sikap Kegotong royongan, kerukunan, kepedulian dan kebersamaan masih dijunjung tinggi di Nagari Koto Rawang.

  1. Budaya

Masyarakat Nagari Koto Rawang masih melestarikan adat budaya warisan nenek moyang bangsa indonesia, khususnya kebudayaan minang kabau. Ada sebagian yang telah membaurkan antara adat budaya minang dan adat jawa dalam kehidupan sehari hari, tercermin perilaku budaya minang islam dengan tata krama yang sangat di junjung tinggi, seperti adat bertamu, adat bertutur kata,adat berpakaian,adat bermusyawarah dan sebagainya.

berbagai kegiatan budaya masih sering dilaksanakan di Nagari Koto Rawang, diantaranya: kegiatan keagamaan seperti Tahlilan di acara kematian, Balimau Paga dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan. Selain itu, Nagari Koto Rawang setiap tahunnya menyelenggarakan acara tahunan yakni kegiatan Pemuda-Pemudi Nagari Koto dengan berbagai macam acara seperti : Panjat Pinang, Larung Karung, Bawa Kelereng dengan sendok, Tarik Tambang sebagai bentuk Kemeriahan datangnya 17 Agustus .

dan masih banyak lagi adat budaya yang dilaksanakan secara bersama sama dan kebersamaan seperti acara kelahiran bayi, khitan dan acara resepsi pernikahan yang selalu di laksanakan oleh masyarakat Nagari Koto Rawang.

  1. Keadaan Ekonomi

Sektor industri yang dimaksudkan adalah Industri Rumah tangga dengan berbagai jenis kegiatan yang dikelola oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) dan /atau Kelompok dan usaha ini telah berkembang sejak dahulu dan membudaya dimasyarakat, hal ini didukung kebutuhan pasar cukup menjajikan, adapun jenis – jenis industri kecil/rumahan yang ada adalah sebagai berikut:

  • Pembuatan Tahu
  • Pembuatan Kue Basah
  • Pembuatan batako
  • Pertukangan

 

 

 

 

 

 

  1. Pertumbuhan Ekonomi

Tingkat pertumbuhan ekonomi daerah dalam kurun waktu tertentu baik secara menyeluruh maupun sektoral dapat dilihat dari besarnya Produk Domestik Bruto (PDRB), atas dasar harga konstan. Adapun PDRB adalah jumlah nilai tambah bruto/nilai output akhir yang ditimbulkan oleh berbagai sector lapangan usaha yang melakukan kegiatan usahanya disuatu daerah tanpa memperhatikan pemilikan atas factor produksi. Dengan demikian perekonomian suatu daerah dapat dikatakan mengalami pertumbuhan apabila terdapat peningkatan nilai tambah dari hasil produksi barang atau jasa pada periode tertentu, atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi daerah tercermin melalui pertumbuhan angka PDRB.

Sesuai dengan kondisi nagari yang merupakan daerah Dataran Tinggi dan Dataran Rendah maka struktur ekonominya lebih dominan kepada SektorPertanian dan Perkebunan, disamping sektor – sektor lainnya baik berupa Industri Kecil Rumahan dan lainnya. Tingkat Pertumbuhan sektor lainnya diluar sektor unggulan /dominan , sangat memungkinkan berkembang apabila adanya pemerhatian yang lebih dari pemerintah dengan membuka jalur pemasaran serta pembinaan dan bantuan permodalan

  1. Pertanian

Komoditi sektor pertanian yang berupa tanaman pangan, holtikultura merupakan usaha produktif masyarakat, dan menjadi sumber pendapatan pemiliknya dan masyarakat nagari pada umumnya, dan telah memakai teknologi pertanian sebagai alat pada musim tanam dan musim panen. Pemasaran hasil Pertanian masih pemasaran lokal dengan pendistribusian pasca panen melalui pedagang keliling dan ini menjadi PR bagi Pemerintah Nagari untuk membuka prospek pasar yang lebih luas dengan bersinergi pada program Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten.

 

  1. Komoditi sektor perkebunan yang berupa Tanaman Kopi, Karet, Durian, Pala, Gambir, adalah merupakan usaha produktif masyarakat, dan memberikan pendapatan bagi pemiliknya dan masyarakat nagari pada umumnya.

 

  1. Peternakan.

Sektor peternakan dengan beberapa jenis populasi ternak seperti Sapi, Ayam, Itik, Kambing dan lain-lainnya, menjadi komoditi unggulan nagari, dan kondisi lingkungan sangat mendukung prospek kedepan nagari maupun pemiliknya

 


Comments



Kirim Komentar